Hari ketiga di tahun 2025, aku mau bercerita tentang "tempat ketiga," atau yang biasa disebut third place. Aku pertama kali mengenal istilah ini dari video YouTube Bang Raditya Dika. Sayangnya, aku lupa judul videonya. Yang kuingat, dia membahas sebuah buku yang dibaca bersama teman atau tim kreatifnya. Dalam pembahasannya, dijelaskan bahwa tempat ketiga merupakan suatu tempat atau lokasi selain rumah (rumah di sini merupakan tempat pertama) dan tempat kerja atau sekolah (tempat kedua), di mana seseorang bisa bersantai, berkumpul, dan bersosialisasi.
Sebenarnya, sebelum mengenal istilah ini, aku sudah sering mengunjungi tempat-tempat yang bisa disebut "tempat ketiga," terutama di hari libur atau setelah pulang kerja. Apalagi saat bekerja shift malam, karena sudah melewati jam-jam mengantuk, kadang aku sering merasa sulit untuk langsung pulang ke rumah.
Ada banyak tempat yang biasa aku jadikan third place, seperti teras toko ritel AKA Alfamart/Indomaret, gazebo di alun-alun, hingga teras masjid dll. Saat memiliki lebih banyak waktu senggang, aku sering pergi ke alam, terutama pantai, untuk menikmati "senja" sekaligus melakukan recharging. Namun, berbeda dari konsep tempat ketiga yang biasanya melibatkan sosialisasi, bagiku tempat ketiga adalah ruang untuk menikmati ketenangan dan menyendiri, tanpa gangguan dari orang lain.
Menurut aku "third place" ini menjadi momen yang bagus untuk mengistirahatkan kejenuhan dan sebagai momen merenungkan diri sendiri untuk mengevaluasi segala hal yang telah dialami, mengenali nikmat-nikmat yang diterima, mengungkapkan dan meningkatkan rasa syukur atas karunia yang dimiliki.
#30hbc25
#30hbc2503
#30haribercerita

Komentar
Posting Komentar