Langsung ke konten utama

 [berlalu]

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi pegunungan, hiduplah seorang pemuda bernama Budi. Dihidupnya, Budi menyaksikan perubahan musim yang berganti dengan cepat, dari musim hujan yang mendatangkan "kesedihan" hingga musim panas yang memberi harapan. Namun, di dalam hati Budi, ada satu perasaan yang tak pernah bisa ia lepaskan: kehilangan.


Beberapa tahun lalu, Budi kehilangan seseorang yang sangat ia cintai-Ani, gadis yang tumbuh bersamanya di desa itu. Mereka saling berbagi impian dan tawa, namun suatu hari Ani harus pindah ke kota besar, meninggalkan Budi sendirian. Budi merasa hidupnya tak lagi lengkap, seolah waktu berhenti begitu Ani pergi.

Hari demi hari, Budi merindukan Ani, dan segala kenangan bersama Ani terasa begitu kuat. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai menyadari bahwa waktu tak akan pernah berhenti. 


Satu hari, saat musim panas datang, ia duduk di bawah pohon besar yang dulu sering mereka tempati bersama, memandangi langit biru yang cerah. Perlahan, ia merasakan kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Semua ini akan berlalu," pikir Budi, mengenang setiap perasaan yang mengikatnya pada masa lalu. 

"Kehilangan ini, rasa rindu yang menguasai diriku, semuanya akan berlalu."

Waktu yang dulu terasa berat kini mulai terasa ringan. Budi belajar untuk melepaskan dan menerima kenyataan bahwa hidup terus berjalan. Seiring bertambahnya hari, ia mulai menemukan kebahagiaan di tempat-tempat yang tak terduga: tawa teman-temannya, aroma pagi yang sejuk, dan suara alam yang mengalun lembut.


Pada suatu pagi yang cerah, Budi menerima surat dari Ani. Dalam surat itu, Ani mengungkapkan bahwa ia telah menemukan kebahagiaannya di kota besar, tetapi ia selalu mengenang masa-masa indah bersama Budi.

"Saat kita berpisah, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Namun, ingatlah, ini semua akan berlalu. Semua kesedihan, semua kehilangan, dan semua keraguan. Kita hanya perlu memberi ruang untuk hidup, dan waktu akan menyembuhkan semuanya."

Membaca surat itu, Budi tersenyum. Ia menyadari bahwa benar, semua yang berat dan penuh rasa sakit memang akan berlalu, digantikan oleh kedamaian dan pengertian baru. 


#tulisanubai

#30hbc25

#30hbc25mengarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasihat di bawah pohon

Setelah setengah selesai pekerjaanku, aku meneduhkan diri dari panasnya terik di siang hari itu, tepatnya berteduh di bawah sebuah pohon yang cukup rindang, tiba-tiba seorang bapak-bapak menghampiri dan mengucap permisi untuk ikut duduk bareng, "aku jawab iya silahkan" dengan suara yang pelan dan sedikit anggukan kepala untuk menandakan aku setuju bapak itu duduk bareng.  Sepertinya bapak ini memang memperhatikan aku dari jauh saat aku bekerja mungkin karena aku bekerja sendirian, tidak berselang lama setelah merasakan kesejukan angin yang berhembus dan rindangnya dedaunan pohon yang melindungi kami dari teriknya sinar matahari percakapan kecil pun dimulai, aku mulai menceritakan kenapa bekerja sendirian, bapak itu mulai menceritakan pengalamannya sejak pertama bekerja mencari nafkah, hingga sampai di pembicaraan yang sangat aku sukai yaitu nasihat dari bapak tersebut;  " Nak, memang sendirian itu menenangkan meskipun pengorbanannya adalah kesepian."  "mungkin ...

Enjoy The Now

Jika 2024 adalah tentang perjalanan, maka 2025 akan menjadi tahun di mana aku ingin melangkah lebih perlahan. Bukan karena aku ragu atau takut, tetapi karena aku sadar, terlalu terburu-buru sering membuatku lupa menikmati hal-hal kecil yang berharga di sepanjang jalan. Aku ingin memberi diriku waktu untuk benar-benar merasakan setiap momen, setiap pelajaran, dan setiap pengalaman yang datang. Hidup ini bukan sekadar tentang mencapai tujuan, tapi juga tentang menikmati proses menuju ke sana. Kadang, aku memang merasa "iri" melihat orang lain yang terlihat sudah jauh lebih dulu sampai. Mereka seakan melaju dengan kecepatan penuh, sementara aku masih berhenti di pinggir jalan, memeriksa peta atau merapikan perbekalan. Tapi aku mulai paham, setiap orang punya perjalanan yang unik. Ada yang memilih jalan cepat, ada yang mengambil rute memutar, dan ada pula yang berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan. Semua itu adalah bagian dari perjalanan yang mereka pilih, dan aku juga pun...

Hai aku Ubai

Blog ini dibuat sebagai tempat aku bercerita dan berlogika apa yang sedang terpikir di kepala. Tidak ada tulisan sempurna di blog ini jadi jangan berharap lebih, tapi terima kasih bagi yang tidak sengaja membaca ataupun mengisi waktu gabutnya untuk membaca dan menjadi pendengar dari sebagian ceritaku, harapanku semoga ada  manfaat dari blog ini :)